SOSIALISASI STBM STUNTING PADA IBU HAMIL DESA MENGANTI
SOSIALISASI STBM STUNTING PADA IBU HAMIL DESA MENGANTI
Sruweng, 31 Maret 2026. Puskesmas Sruweng melaksanakan Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil. Peserta kegiatan adalah ibu hamil Desa Menganti. Hadir dalam kegiatan tersebut Wiji Prihanti,S,ST selaku Bidan Desa Menganti. Kegiatan bertempat di Gedung Olahraga desa Menganti kecamatan Sruweng. Sosialisasi ini disampaikan oleh dr.Meylani Nur Arifin dan Wiji Wahyuningtyas, S.Tr.KL. MM selaku Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Sruweng.
STBM Stunting merupakan upaya pencegahan stunting yang berfokus pada 5 pilar perubahan perilaku hygiene, yaitu stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air/makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair. Lingkungan sehat dan sanitasi layak mencegah diare/infeksi yang menyebabkan anak kekurangan gizi, sehingga efektif menurunkan angka stunting, dan tiga pilar pencegahan Stunting, (1) Gizi ibu hamil, (2) Pemberian makanan tambahan bayi dan anak (PMBA), (3) Pemantauan pertumbuhan.
Tujuan utama sosialisasi STBM Stunting pada ibu hamil adalah meningkatkan pemahaman dan mengubah perilaku ibu hamil serta keluarganya agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini bertujuan untuk memastikan tumbuh kembang janin optimal dan mencegah risiko stunting sejak janin dalam kandungan.
Melalui pendekatan STBM Stunting ini merupakan langkah efektif dalam mencegah stunting karena sanitasi yang buruk (seperti buang air besar sembarangan, tidak cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan yang tidak aman) dapat meningkatkan risiko penyakit diare dan penyakit menular lain yang menghambat pertumbuhan anak, asupan gizi yang seharusnya digunakan untuk mendukung tumbuh kembang anak dapat habis untuk melawan infeksi, terutama anak yang rentan terhadap infeksi. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan gizi dan berpotensi meningkatkan risiko stunting. Dengan pilar STBM membantu mencegah penyakit-penyakit tersebut, misalnya Stop BAB sembarangan mengurangi risiko infeksi saluran pencernaan, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir mencegah penularan penyakit melalui tangan, pengelolaan air minum dan makanan yang aman mengurangi risiko keracunan dan infeksi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan ibu hamil dan keluarga memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko stunting dapat diturunkan karena lingkungan yang bersih dan sehat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
