Sejarah
Sejarah
Sejarah Singkat Puskesmas Kecamatan Sruweng
Pendirian Awal (1977)
Awal mula berdirinya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sruweng ditandai dengan dibangunnya gedung berukuran 54 m2 pada tahun 1977 di Desa Sruweng, Kecamatan Sruweng, atau lebih tepatnya di Jalan Sruweng–Pandansari. Jumlah karyawan pada saat itu terdiri dari 5 orang dan belum memiliki dokter. Tenaga kesehatan yang ada meliputi 1 orang perawat/mantri kesehatan, 1 orang bidan, 1 orang staf, dan 2 orang Juru Malaria Desa (JMD). Jenis pelayanan yang diselenggarakan saat itu meliputi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) khususnya malaria, serta pengobatan umum.
Relokasi dan Perkembangan Awal (1979–1987)
Pada awal tahun 1979, dibangun beberapa fasilitas baru di Desa Karanggedang yang terdiri dari 1 gedung Puskesmas, 1 rumah dinas dokter, 1 rumah dinas bidan, dan 1 rumah dinas perawat. Sejak saat itulah pusat kegiatan pelayanan Puskesmas Kecamatan Sruweng dipusatkan di Desa Karanggedang dengan wilayah kerja mencakup 21 desa.
Dokter pertama yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Sruweng adalah dr. Suharto, yang memimpin sejak 1 Oktober 1979 hingga 1 Oktober 1987. Beliau membawahi 14 orang karyawan yang terdiri dari 1 orang bidan, 2 orang perawat/mantri kesehatan, 2 orang staf, 9 orang JMD, dan 1 orang mikroskopis laboratorium. Jenis pelayanan berkembang meliputi KIA, KB, Gizi, Kesehatan Lingkungan, P2P, Penyuluhan, Pengobatan, Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Laboratorium Sederhana, Pencatatan & Pelaporan, Peningkatan Kesehatan Mata, Kesehatan Olahraga, Kesehatan Pekerja Nonformal, serta Pengobatan Tradisional (Batra).
Masa Kepemimpinan dr. Rachmat Wahyudi (1987–1994)
Seiring mutasinya dr. Suharto ke Kabupaten Sukoharjo sebagai Kepala Rumah Sakit, posisi Kepala Puskesmas Sruweng dilanjutkan oleh dr. Rachmat Wahyudi sejak 1 Oktober 1987 hingga 1 Oktober 1994. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, beliau didukung oleh 2 orang bidan, 3 orang perawat/mantri kesehatan, 1 orang petugas sanitarian, 3 orang staf, 9 orang JMD, dan 1 orang mikroskopis laboratorium.
Masa Kepemimpinan dr. Hj. Budi Sardjanti (1994–2007)
Pada periode 1 Oktober 1994 hingga 2 April 2007, Puskesmas Sruweng dipimpin oleh dr. Hj. Budi Sardjanti, yang merupakan Kepala Puskesmas wanita pertama di Kecamatan Sruweng. Meningkatnya kebutuhan pelayanan dan kompleksitas permasalahan kesehatan menuntut peningkatan kuantitas maupun kualitas sumber daya manusia.
Pada masa kepemimpinan dr. Hj. Budi Sardjanti, kapasitas pelayanan bertambah dengan hadirnya 1 orang dokter gigi dan perawat gigi. Jumlah bidan bertambah menjadi 12 orang yang ditugaskan sebagai bidan desa di wilayah yang sulit dijangkau, terutama daerah pegunungan. Jumlah perawat/mantri kesehatan bertambah menjadi 7 orang, sementara JMD tersisa 2 orang karena sebagian besar telah memasuki masa pensiun.
Masa Kepemimpinan dr. Iva Kusdyarini & Transisi (2007–2010)
Kepemimpinan selanjutnya dilanjutkan oleh dr. Iva Kusdyarini sejak 2 April 2007 hingga 1 Januari 2010. Pada masa ini, jumlah bidan telah terpenuhi untuk seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Sruweng. Bahkan, untuk wilayah dusun yang terpisah jauh dan sulit dijangkau, ditempatkan 2 orang bidan desa. Total karyawan pada periode ini mencapai 36 orang. Selain pelayanan pokok, Puskesmas Sruweng juga mengembangkan program pelayanan baru, yaitu Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim.
Setelah dr. Iva Kusdyarini mutasi ke Yogyakarta untuk mengikuti suami, kekosongan jabatan diisi oleh dr. Agus Sapariyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) sejak 1 Januari 2010 hingga 11 Februari 2010.
Masa Kepemimpinan Retno Sundari, S.KM. dan Akreditasi (2010–2017)
Terhitung mulai 11 Februari 2010, Puskesmas Sruweng dipimpin oleh Retno Sundari, S.KM. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/MENKES/SK/II/2004, Puskesmas menyelenggarakan:
-
Upaya Kesehatan Wajib: Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, KIA & KB, Perbaikan Gizi Masyarakat, P2PM, dan Pengobatan.
-
Upaya Kesehatan Pengembangan: UKS, Kesehatan Olahraga, Perkesmas, Kesehatan Kerja, Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mata, Kesehatan Usia Lanjut, serta Pembinaan Pengobatan Tradisional.
Selain itu, berdasarkan Peraturan Bupati Kebumen Nomor 144 Tahun 2011, Puskesmas juga menjalankan sebagian tugas Dinas Kesehatan Kabupaten.
Wilayah kerja Puskesmas mencakup 21 desa yang didukung oleh 47 orang karyawan/karyawati, terdiri dari 22 bidan desa, 3 bidan Puskesmas, 2 dokter umum, 8 perawat, 1 analis kesehatan/laboratorium, 1 petugas farmasi, 1 petugas gizi, 1 petugas sanitarian (HS), dan 8 staf tata usaha.
Dengan semangat kekeluargaan dan komitmen terhadap visi "Menjadi Puskesmas yang bermutu dengan pelayanan yang profesional dan ramah", Puskesmas Sruweng berhasil meraih status Terakreditasi pada tahun 2012. Selanjutnya, pada 22 September 2017, Puskesmas Sruweng kembali terakreditasi oleh Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KAFKTP) melalui Keputusan Nomor DM.01.01/KAFKTP/515/2017 dengan status Akreditasi Dasar dan visi baru "Menjadi Pusat Kesehatan yang Bermutu Berorientasi pada Pelanggan".
Relokasi Kembali ke Desa Sruweng (2021)
Pada tahun 2021, Puskesmas Sruweng memindahkan lokasi operasionalnya kembali ke Desa Sruweng, tepatnya di Jl. Raya Sruweng No. 97. Relokasi ini dilakukan karena tanah yang sebelumnya ditempati di Desa Karanggedang merupakan aset pemerintah desa setempat yang hendak dimanfaatkan untuk kepentingan desa. Pilihan relokasi ke Desa Sruweng diambil untuk memperoleh lokasi pelayanan yang lebih strategis dan mudah diakses masyarakat.
