UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALU PILAR STBM
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALU PILAR STBM
Sruweng, 16 Oktober 2025. Dalam upaya pencegahan stunting, Puskesmas Sruweng melaksanakan pertemuan pemberdayaan Kader STBM di Kecamatan Sruweng. Peran kader STBM ini sangat penting sebagai agen perubahan di tengah masyarakat untuk mendorong perubahan dalam implementasi pilar STBM di masyarakat
Bertempat di aula Puskesmas Sruweng, kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Puskesmas Sruweng, yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha Puskesmas Sruweng, Ernawati,S,Kep.Ns. Peserta kegiatan sebanyak 42 orang kader kesehatan dari 21 desa di wilayah kecamatan Sruweng. Narasumber kegiatan tersebut adalah dr. Sheila Salsabila, Wiji Wahyuningtyas, S.Tr.KL,MM, dan Farah Nabila Putri,Amd.KL selaku Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Sruweng. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mencapai sanitasi total di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Upaya pencegahan stunting melalui pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) adalah dengan menerapkan lima pilar untuk meningkatkan kesehatan dan sanitasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, yaitu: 1. Stop Buang Air Besar Sembarangan, 2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), 3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT), 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan 5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). Penerapan ini penting karena sanitasi yang buruk dan perilaku hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi yang berkaitan erat dengan stunting
Ada tiga materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain :
1. Impelentasi Lima Pilar STBM oleh Farah Nabila Putri, Amd. KL
2. Pentingnya Keamanan Pangan bagi Masyarakat oleh Wiji Wahyuningtyas,S.Tr. KL.MM
3. Sanitasi Sehat, Anak Hebat, Peran STBM dalam Pencegahan Stunting oleh d. Sheila Salsabila
