PUSKESMAS SRUWENG LAKSANAKAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PENDEKATAN METODE KAP
PUSKESMAS SRUWENG LAKSANAKAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PENDEKATAN METODE KAP
Sruweng, 18 Mei 2026. Puskesmas Sruweng melaksanakan kegiatan Kelas Ibu Hamil di Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng. Sebanyak 15 orang ibu hamil hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan Kelas Ibu Hamil dilaksanakan dengan metode Komunikasi antar pribadi (KAP).
Komunikasi antar pribadi (KAP) pada kelas ibu hamil adalah proses interaksi dua arah dan tatap muka antara tenaga kesehatan/kader dan ibu hamil. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman, mengubah perilaku, dan memberikan edukasi terkait kehamilan, persiapan persalinan, hingga pencegahan stunting.
Setiap pertemuan biasanya berdurasi kurang lebih 60-90 menit, terdiri dari beberapa tahapan :
1. Sesi perkenalan dan pencairan suasana agar ibu hamil saling mengenal dan nyaman berbicara.
2. Pretest pada kelas ibu hamil sebagai evaluasi awal berupa pertanyaan yang diberikan sebelum sesi edukasi dimulai. Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana pemahaman dasar ibu mengenai kehamilan,gizi, persalinan, dan perawatan bayi.
3. Penyampaian materi pada kelas ibu hamil dengan metode yang menyenangkan seperti bernyanyi, bermain, gerak dan lagu proses edukasi kelompok dipandu oleh tenaga kesehatan dengan mengacu materi pada buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai kehamilan, persiapan persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir.
Pendekatan ini berfokus pada diskusi dua arah yang interaktif, sehingga diharapkan dapat:
1. Mengubah Perilaku Ibu Hamil : Mendorong ibu hamil secara sadar menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi gizi seimbang, dan minum Tablet Tambah Darah (TTD).
2. Deteksi dini risiko kemamilan : Membekali ibu dengan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan agar tindakan medis segera dapat dilakukan jika terjadi kondisi darurat.
3. Mempersiapkan Persalinan (P4K): Membantu ibu merencanakan persalinan yang aman dan menyiapkan mental ibu serta keluarga
4. Mendukung 1000 HPK: Memastikan ibu memahami pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, konsumsi gizi seimbang serta pola asuh yang tepat sejak bayi lahir
Untuk memastikan seluruh materi tersampaikan dengan baik, kegiatan ini dilaksanakan minimal 4 kali pertemuan. Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dengan pendekatan metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) diharapkan mampu mencegah stunting pada balita, Penurunan Angka kematian ibu (AKI), AKB (Angka Kematian Bayi), AKABA (Angka Kematian Balita) dan Gizi Buruk, serta berbagai komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas
