PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI SMPN 2 SRUWENG
PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI SMPN 2 SRUWENG
Sruweng, 04 September 2025. Dalam rangka antisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan, Puskesmas Sruweng melaksanakan penyuluhan pencegahan DBD pada siswa SMPN 2 Sruweng. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh Wiji Wahyuningtyas, S.Tr.KL,MM selaku Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Sruweng.
Tujuan penyuluhan DBD pada anak sekolah adalah meningkatkan pengetahuan serta kesadaran anak tentang apa itu penyakit DBD, penyebab, pencegahan, serta pengendalian DBD. ni sangat penting mengingat anak usia sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam mencegah DBD sejak dini.
Disampakan oleh petugas bahwa DBD adalah salah satu penyakit menular berbasis lingkungan, yang penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk mencegah DBD langkah utama yang harus dilakukan yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan, dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus meliputi :
1. Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan ember secara rutin, minimal seminggu sekali untuk mencegah tumbuhnya jentik Aedes Aegypti.
2. Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti bak mandi dan tempat penampungan air lainnya, supaya tidak menjadi tempat berkembang biak jentik Aedes Aegypti.
3. Mendaur Ulang/ memanfaatkan barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perindukan jentik Aedes Aegypti, seperti ban bekas, kaleng dll, agar tidak menampung air.
Sedangkan “Plus” tambahan yang dapat dilakukan : menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihakan, memelihara ikan pemakan jentik pada tempat penampungan air, memasang kawat pada ventilasi dan jendela, tidak menggantung pakaian bekas pakai di dalam rumah, karena nyamuk suka beristirahat pada pakaian bekas yang bergelantungan, menggunakan obat anti nyamuk, bisa juga menggunakan lotion anti nyamuk.
